Tidak Sesuai Ekspektasi

Tidak Sesuai Ekspektasi

Terkadang apa yang kita inginkan tidak serta merta sesuai dengan ekspektasi yang kita harapkan, contohnya saja hari ini saya berharap mesin cuci saya yang sedang di service dapat kelar hari ini juga, tetapi kenyataannya sampai detik ini belum juga “membaik”.

Ini menjadi beban pikiran tersendiri, mau gimana lagi, begini adanya, tinggal kita jalanin aja dan diikhlaskan, dan yang terpenting jadikan ini sebuah pelajaran.

Disetiap sesuatu yang kita tidak sukai, berusahalah untuk intropeksi diri dan jadikan pelajaran serta pengalaman untuk kehidupan berikutnya.

Hari ini saya juga fokus untuk membuat konten untuk sebuah project tempat review. Dan hari ini juga saya membuat suatu perubahan untuk project lainnya, semoga hasil perubahan yang sedikit ini bisa berdampak besar untuk kedepannya. Aamiin

Baca juga postingan lainnya:

Menjalankan Sebuah Project

Bahasa bekennya sih project, aslinya mah gawean euyy wkwkw.

Bagi yang sedang menjalankan gawean, bersyukur, karena sebagian orang ada yang belum dapet project dan sedang mencari cari project yang bisa untuk dikerjakan, agar bisa menjadi penghasilan. Yang lagi menjalankan project namun belum keliatan hasilnya, ya jalanin aja dulu, biar bisa nambah-nambah portofolio, nambah kebaikan buat yang dikerjain projectnya, dll

Menjalankan sebuah project juga harus bersabar, karena menjalankannya itu butuh proses, membutuhkan waktu, sekaligus kita juga bisa melihat se efektivitas apa cara kita untuk menjalankan project tersebut.

Saya doakan bagi para pembaca yang sedang menjalankan projectnya, semoga dimudahkan dan dilancarkan, semoga procjetannya berkah. Dan yang belum dapat project, semoga segera mendapatkan project yang berkah, mudah. Aamiin

Btw project yang sedang saya jalankan adalah kambing guling bandung. semoga cepat goals. aamiin

Oke sekian aja tulisan kali ini, semoga ada manfaatnya. Terimakasih

Baca juga postingan lainnya:

Pelanggan Yang Loyal

Pelanggan dan Pembeli

Kali ini saya akan membahas atau sharing tentang “Pelanggan yang loyal” namun dari sudut pandang yang berbeda dari biasanya. Jadi anggaplah saya ini adalah seorang konsumen atau pelanggan yang loyal di salah satu bengkel motor.

Buktinya apa jika saya loyal di bengkel tersebut? ada beberapa, salah satunya adalah saya sudah menjadi pelanggang lamanya bengkel itu, entah dari kapan pertama kali saya service motor disana, bahkan awalnya saya mengikut jejak bapak saya yang servicenya disitu.

Seiring waktu, bapak saya sudah tidak lagi “mainan” motor, jadi bisa dikatakan saya adalah konsumen penurus bapak saya hehe.

Sudah banyak juga permasalahan motor saya yang diselesaikan di bengkel tersebut, dan salah satu bukti lain dari lloyalnya saya terhadap bengkel motor tersebut adalah ketika bengkel itu pindah tempat dari yang semula di kios pinggir jalan, sampai di halaman rumahnya.

Padahal rumahnya lumayan jauh dari jalan raya, berbelok, dan traffict disana kecil sekali, bahkan setahu saya ada 2 pintu masuk, yang satu hanya cukup buat motor saja, dan yang satunya lagi bisa dilalui mobil bahkan truck, namun jalannya buntu.

Karena saya sudah loyal dan sudah kenal dekat dengan yang punya, sayapun tetap service motor di bengkel itu, walaupun tempatnya lebih jauh dari tempat sebelumnya.

Nah saya menyangkan sebagian pelanggan yang loyal, saya merasa “agak gimana gitu” belakangan ini dengan tarif / biaya yang dikenakan ke saya, dan ini adalah point yang ingin saya bahas.

Sebagai pelanggan yang loyal seyogyanya kita mendapatkan “fasilitas” lebih atau biaya yang lebih murah jika di bandingkan dengan pelanggan lain, ya jika tidak bisa murah, setidaknya harganya disamakan dengan konsumen lain.

Namun ini berbeda, saya sebagai pelanggan loyal merasa malah di “mahalin”, sudah ada sedikit curiga sebenarnya, akhirnya saya memutuskan untuk mencari tau dan akhirnya terbukti bahwa saya sebagai pelanggan loyal malah di mahalin, bukannya “dirawat / dijaga”.

Disitu saya merasa kecewa dan sedih, membuat rasa percaya saya kepada bengkel tersebut memudar, padahal saya sudah rela datengin itu bengkel yang lokasinya seperti yang sudah saya sebutkan tadi, seharusnya saya “lebih dijaga” lagi, bukan dibuat seperti ini

Kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari pengalaman saya adalah jika anda seorang pebisnis / pengusaha sebisa mungkin “pelihara dan jagalah” pelanggan-pelanggan loyal anda, karena mereka adalah orang-orang yang membuat bisnis anda “tumbuh”.

Mungkin juga ada di antara pelanggan-pelanggan anda yang memberikan masukan terhadap bisnis anda supaya bisa maju lagi, supaya lebih inovatif lagi.

Berikan lah mereka sebuah “penghargaan” entah itu diskon, service lebih, dll agar mereka merasa dihargai sebagai pelanggan anda yang loyal.

Semoga tulisan atau pengalaman saya ini dapat diambil pelajaran dan manfaatnya, cerita diatas adalah pengalaman pribadi saya dari sudut saya sebagai pelanggan yang loyal. Sekian dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.

Baca juga postingan lainnya:

Macam-Macam Model Dasi Supaya Tampilan Lebih Oke

Macam-Macam Model Dasi Supaya Tampilan Lebih Oke

Tentu saja dengan mengetahui model-model tersebut, tampilan Anda akan semakin menawan dan meningkatkan kualitas diri di hadapan banyak orang. Seperti model-model dasi berikut ini yang bisa menjadi acuan Anda.

1. Model Dasi Four in Hand Knot

Dasi Model Four in Hand Knot
http://www.ties.com/how-to-tie-a-tie/four-in-hand

Model dasi pertama yang paling mudah diterapkan dan biasanya disukai pemula adalah Four in Hand Knot. Cara memakainya pun tidak terlalu ruwet. Kelebihan dari four in hand knot ini juga karena bisa dipakai dalam segala acara, sehingga Anda tidak perlu bingung memilih model dasi seperti apa untuk banyak undangan formal maupun semiformal. Selain itu, paling cocok untuk kemeja yang kerahnya sempit, tapi kurang disarankan untuk pemakaian pada kemeja yang kerahnya cukup lebar.

2. Model Bowtie/Dasi Kupu-Kupu

Model Dasi Kupu-Kupu

 

gentlemansgazette.com/shop/accessories/bow-ties/black-bow-tie-silk-faille-grosgrain-sized-butterfly-fort-belvedere

Untuk model dasi yang satu ini memang bisa dibilang cukup populer. Apabila dulu dasi kupu-kupu hanya dipakai untuk acara formal, berbeda dengan perkembangan zaman terkini. Dasi kupu-kupu menjadi trend tersendiri, terutama di kalangan anak muda yang mendekati dewasa. Dasi kupu-kupu bisa dipakai untuk acara santai dengan perpaduan pakaian kasual. Meskipun begitu, fungsinya sebagai dasi resmi pun masih tetap kuat. Sehingga tidak ada salahnya mencoba model dasi satu ini.

3. Model Dasi Trinity Knot

Model Dasi Trinity Knot

 

realmenrealstyle.com/trinity-necktie-knot/

Seperti namanya, trinity, pada model dasi ini pun memiliki tiga sisi yang sama dan membentuk sebuah dasi dengan model unik. Bisa dibilang Anda akan mendapati model dasi dengan tiga simpul yang mengait satu sama lain. Meskipun terlihat rumit memakainya, tapi sebenarnya sama saja dengan memakai model dasi lain. Model ini pun jarang yang pakai, jadi Anda bisa menjadi lebih menonjol bekat simpul keren satu ini.

4. Model Dasi Cape Knot

Dasi Model Cape Knot

 

tiemart.com/blog/necktie-knots-a-visual-guide/

Cape knot ini adalah salah satu dasi yang akan memberikan kesan mewah pada tampilan Anda. Modelnya unik dan seperti menumpuk dengan dasi lainnya padahal hanya memakai satu dasi. Anda bisa memakai dasi cape knot pada acara-acara besar yang sifatnya formal. Apalagi jika Anda adalah tuan rumahnya, tentu penampilan yang mencolok dan paling berkesan harus diterapkan. Selain itu, dasi ini juga cukup memakan waktu dalam memasangnya, mungkin karena kerumitan simpul, sehingga ada baiknya latihan lebih sering memakai cape knot sebelum segera menerapkannya. Ada-ada aja ya model dasi ini, tapi menurut saya keren juga loh hehe

5. Model Dasi Eldredge Knot

Model Dasi Eldredge Knot

 

neatorama.com/2013/02/25/Three-Exotic-Necktie-Knots-to-Try-The-Eldredge-Knot-The-Trinity-Knot-and-The-Cape-Knot/

Rumitnya menyimpul dasi model cape knot mungkin tak sebanding dengan dasi eldredge knot. Meskipun membutuhkan ketelitian yang tinggi dan waktu yang lama, hasilnya memang tidak bisa dibohongi, karena model satu ini yang paling mencolok dan berbeda dari lainnya. Anda bahkan mungkin bisa menjadi pusat perhatian hanya dengan model dasi eldredge knot. Seperti model dasi sebelumnya, yang satu ini pun paling cocok untuk dipakai ke acara formal.

6. Model Dasi Oriental Knot

Model Dasi Oriental Knot

 

realmenrealstyle.com/oriental-simple-necktie-knot/

Apabila Anda ahli dalam model four in hand, tidak ada salahnya mencoba model oriental ini juga. Cara pakainya bahkan hampir sama, perbedaannya hanya terdapat pada pemasangan yang dibalik yakni sisi yang lebih kecil ada di bagian atas ketika disilangkan. Namun, cara berjalannya tetap sama seperti four in hand. Disebabkan karena model ini cukup mudah, para pemula bisa juga mempelajarinya.

Sumber: artikelah.com/2017/10/08/macam-macam-model-dasi-pria/

Baca juga postingan lainnya: